• Kredit Tanpa Jaminan dan Kredit dengan Jaminan


    Kredit Tanpa Jaminan
    Merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu, karena pihak bank melihat loyalitas calon debitur.
    C/ - SK Pengangkatan Pegawai – Ijasah
    Kredit Dengan Jaminan
    Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan berupa:
    - barang berwujud : rumah, mobil, barang dagangan
    - barang tidak berwujud : promis, obligasi,saham - orang tertentu
    Beberapa contoh kredit dengan agunan adalah kredit multiguna, KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau KPM (Kredit Pemilikan Mobil/ Motor).

  • Contoh Soal Bunga Saldo


    Panji Titan Afrialdo           4KA05           15116727
    Tanggal                      Uraian                               Nominal
    01                           Setoran Awal                     Rp.         500.000,-
    10                           Setoran kliring                 Rp.         2.000.000,-
    17                           Penarikan Tunai                 Rp.         1.000.000,-
    28                           Transfer masuk                   Rp.        1.500.000,-
    Hitunglah bunga yang diperoleh berdasarkan 3 jenis perhitungan (Saldo terendah bulanan, saldo rata-rata, saldo harian) jika diketahui Suku bunga 12% dan Pajak 15%.
    PERHITUNGAN BUNGA
    Metode Perhitungan bunga untuk DPK:
    -          Saldo Terendah
    -          Saldo Rata-rata
    -          Saldo Harian
    Rumus bunga yang dihitung bulanan
    Bunga = Saldo * i%pa / 2
    Rumus bunga yang dihitung harian
    Bunga = Saldo * i%pa * hari / 365

    Jawaban kasus 1
    Tanggal                      Uraian                               Nominal                                Saldo        Hari

    01                           Setoran Awal                     Rp.         500.000,-              Rp. 500.000,-             

    10                           Setoran kliring                  Rp.         2.000.000,-        Rp. 2.500.000,-          9 hari

    17                           Penarikan Tunai                 Rp.         1.000.000,-          Rp. 1.500.000,-        7 hari

    28                           Transfer masuk                   Rp.        1.500.000,-           Rp. 3.000.000,-       11 hari

    31                                           -                                                                  Rp. 3.000.000,-          4 hari     


                                                                                                                          Total                31 hari
    Berdasarkan Saldo terendah
    Untuk perhitungan bunga ada 2 aliran,
    à saldo terendah selama rekening mengendap.
    à saldo terendah selama periode perhitungan bunga.


    Jawaban :
    Saldo Terendah Harian
    Bunga berdasarkan saldo terendah selama rekening mengendap.
    Bunga = 500.000 * 12% * 31 / 365 = 5.095,89
    Pajak = 5.095,89 * 15% = 764,38
    Bunga yang diterima = 5.095,89 – 764,38 = 4.331,51
    Saldo Terendah Bulanan
    Bunga berdasarkan saldo terendah selama rekening mengendap.
    Bunga = 500.000 * 12% / 12 = 5.000
    Pajak = 5.000 * 15% = 750
    Bunga yang diterima = 5.000 – 750 = 4.250
    Bunga Saldo Harian Rata-rata
    Tahap pertama adalah menghitung Saldo Rata-rata dalam periode perhitungan
    SR = (saldo*hari) / ∑jumlahhari
    SR = (500.000*9)+(2.500.000*7)+(1.500.000*11)+(3.000.000*4)
                                                          / 31
    SR = 4.500.000 + 17.500.000 + 16.500.000 + 12.000.000
                                                          / 31
    SR = 50.500.000 / 31 = 1.629.032,26
    Bunga berdasarkan saldo rata-rata adalah :
    Bunga = 1.629.032,26 * 12% * 31  / 365 = 16.602,73
    Pajak = 16.602,73 * 15% = 2.490,4
    Bunga yang diterima = 16.602,73 – 2.490,4 = 14.112,33
    Bunga Saldo Harian
    Bunga 1 = 500.000 * 12% * 9 / 365 = 1.479,45
    Bunga 2 = 2.500.000 * 12% * 7 / 365 = 5.753,42
    Bunga 3 = 1.500.000 * 12% * 11 / 365 = 5.424,65
    Bunga 4 = 3.000.000 * 12% * 4 / 365 = 3.945,2
    Total Bunga = 1.479,45 + 5.753,42 + 5.424,65 + 3.945,2 = 16.602,72
    Pajak = 16.602,72 * 15% = 2.490,4
    Bunga bersih = 16.602,72 – 2.490,4 = 14.112,32


  • Perbedaan antar Cek dan Bylet Giro

    Cek merupakan perintah tertulis dari nasabah pada bank untuk menarik dananya dalam jumlah tertentu atas namanya atau yang ditunjuk. Dengan kata lain, cek menjadi surat perintah tanpa syarat dari nasabah pada bank di mana nasabah tersebut menyimpan uangnya.

    Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah rekening giro kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekeningnya ke rekening penerima dana yang disebutkan.

    Perbedaan Cek dan Bilyet Giro

    1. Cek bisa langsungkan secara tunai melalui bank yang ditunjuk. Sementara itu karena Bilyet Giro merupakan pemindahan buku, maka tidak bisa langsung dicarikan dalam bentuk uang tunai.
    1. Melalui Cek, setiap nasabah atau seseorang yang ditunjuk atau berwenang dapat menarik sejumlah dana. Sementara itu Bilyet Giro hanya dapat dilakukan atas nama nasabah yang berwenang memberikan surat perintah kepada bank.
    1. Jika seseorang ingin menarik atau mendapatkan pencairan dana menggunakan Cek, maka akan dikenakan biaya materai. Sementara itu cara mencairkan Bilyet Giro bagi nasabah yang memiliki kuasa dibebaskan dari biaya materai.
    1. Cek dapat digunakan sebagai pencairan dana atau uang kepada nasabah atau seseorang yang ditunjuk oleh nasabah. Sementara itu, hal ini tidak berlaku Bilyet Giro. Karena surat perintah nasabah untuk memindahkan dananya kepada seseorang harus memiliki rekening bank yang jelas.
    1. Meskipun terkesan mudah dilakukan, Cek tidak akan dapat dicarikan pada bank, sebelum diberikan tanggal penerbitannya. Sementara itu Bilyet Giro, dapat diserahkan kepada bank sebelum tanggal efektif dan lebih awal.
    1. Cek memiliki landasan atau dasar hukum yang memiliki sumber dari Kita Undang-Undang Hukum Dagang atau KUHD. Sementara itu Bilyet Giro memiliki dasar hukum yang berasal dari Bank Indonesia atau BI.
  • Perbedaan BPR dan Bank Umum

    Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 
    Usaha bank umum salah satunya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan depositotabungan berjangka, sertifikat deposito, tabungan biasa, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

    Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Usaha BPR menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

    Dari dua definisi atau arti dari UU No. 10 Tahun 1998 Pasal 1 ini maka bisa didapatkan perbedaan kedua jenis bank ini dalam kegiatannya. Bank umum sendiri kegiatannya adalah memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran seperti kliring dan jual beli valuta asing sedangkan pada kegiatan BPR tidak. Karena kegiatan BPR ini tidak melayani pemberian jasa dalam lalu lintas pembayaran maka BPR tidak terlibat dalam kliring dan kegiatan usaha valuta asing.
    Perbedaan berikutnya dari kedua jenis bank ini bisa ditinjau dari bentuk simpanan dana yang dihimpun dari masyarakat. Jika Bank umum menghimpun dananya dalam bentuk giro dan sertifikat deposito, maka BPR tidak menghimpun dananya dalam bentuk giro dan sertifikat deposito, namun BPR hanya menerima dalam bentuk tabungan dan deposito. Dari sini maka dapat disimpulkan bahwa BPR tidak dapat melakukan transaksi giral, namun bank umum dapat melakukan transaksi giral. Adapun kesamaan dari kedua jenis bank ini adalah adanya larangan untuk melakukan penyertaan modal dan melakukan usaha perasuransian.
  • Definisi Bank

    Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. (Wikipedia)

    Bank adalah sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak. (Menurut Undang-undang RI nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan (pasal 1 ayat 2))

    Definisi Bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 31)
  • Strategi Listening dalam mengerjakan TOEFL

    Tips dan Trik Menjawab Soal Listening Comprehension

    1. Pahami bentuk-bentuk petunjuk (direction) pada masing-masing bagian (part) dengan baik sebelum hari-H ujian.

    2. Bacalah pilihan pada masing-masing soal sebanyak mungkin ketika narator sedang membacakan perintah dan contoh soal (example).
    3. Dengarkan dengan penuh konsentrasi dan fokuskan perhatian Anda pada percakapan yang sedang Anda dengarkan.
    4. Maksimalkan kemampuan listening Anda pada soal-soal pertama pada masing-masing bagian.
    5. Pelajari dan fahami bentuk dan jenis-jenis pertanyaan yang biasa muncul dalam tes Listening Comprehension.

    Tips Mengerjakan Soal Listening TOEFL

    Berikut penjelasan dari ketiga bagian tes listening beserta Tips mengerjakan soal listening TOEFL :

    1. Part A

    Pada bagian yang pertama ini, terdiri dari 30 percakapan pendek (short conversations) antara dua orang, yang masing-masing percakapan akan diakhiri dengan satu pertanyaan yang harus kamu jawab pada pilihan jawaban (A,B,C,D) dengan tepat. Bagian pada Part A ini terdiri dari 30 soal.

    TIPS:

    • Fokus pada pembicara kedua
    • Jangan panik terhadap kata demi kata, tangkap saja ide atau isi percakapan
    • Jika kamu sama sekali tidak bisa memahami apa yang diucapkan pembicara kedua, pilihlah jawaban yang paling berbeda dari apa yang telah didengar
    • Pahami bentuk-bentuk functional expression (agreement, uncertainty, suggestion, surprise), idiomatic expression, dan situasi ketika pembicaraan dilakukan.

    2. Part B

    Pada bagian yang kedua ini terdiri dari dua percakapan yang panjang(longer conversations) antara dua orang  dan setiap satu percakapan diikuti dengan beberapa pertanyaan. Umumnya bagian pada Part B terdiri dari tujuh sampai delapan soal.

    TIPS:

    • Waspadalah pada masing-masing pertanyaan
    • Pada saat menyimak conversation, kamu harus paham tema/topik yang sedang dibicarakan
    • Cermati situasi dan kondisi yang terjadi selama percakapan berlangsung, biasanya menyangkut tentang tempat, waktu, apa, dan siapa yang dibicarakan.

    3. Part C

    Bagian terakhir ini terdiri dari 3 pidato panjang(talks) dan hanya melibatkan satu orang saja(monolog). Dan pada setiap pidato akan diikuti beberapa pertanyaan. Umumnya untuk Part C ini terdiri dari tujuh sampai sebelas soal.

    TIPS:

    • Jika memiliki banyak waktu, temukan kata kunci pada pilihan-pilihan jawaban yang tertera di lembar soal.
    • Fokus pada pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat selanjutnya.
    • Waspada terhadap hal-hal yang berkaitan dengan 5W 1H, fokuskan pendengaranmu.
    • Buat kesimpulan atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.

  • Copyright © 2013 - Gunadarma University - All Right Reserved

    Pnjfr's Blog Powered by Blogger - Designed by djogzs