- Home>
- Analisis Jurnal Kedua
Posted by : Panji Afrialdo
Senin, 27 November 2017
A.
Identitas Jurnal
Judul :
“PERANCANGAN MODEL SISTEM PEMBELIAN TIKET
KERETA API BERBASIS KOMPUTER”
Penulis :
Harlianto T,
Johan K.W, dan Sofian
Tujuan Penelitian :
Menciptakan sistem dengan tujuan
mengefektifkan waktu pembelian tiket Kereta Api dengan menggunakan sistem Magnetic Card/barcode.
B. Ringkasan Jurnal
Disaat seorang
pengguna jasa transportasi kereta api melakukan pembelian tiket di loket
stasiun kereta api, ia melakukan pertukaran informasi dengan petugas di stasiun
kereta api. Hal tersebut diatas dilakukan secara manual sehingga proses yang
terjadi di loket pembelian tiket sangat lambat dan terkadang menimbulkan
antrian, belum lagi si pengguna jasa kereta api dihimbau untuk menyediakan uang
pas dalam melakukan transaksi pembelian tiket begitu pula operator loket
stasiun kereta api harus menyediakan uang kembalian yang semua itu cukup
memakan waktu, hal di atas dapat dipercepat dengan cara menggantikan pembayaran
secara manual dengan mesin yang otomatis. Pembelian tiket secara otomatis dilakukan
dengan cara pengguna menggesekkan magnetic
card.
Perancangan
sistem pembelian tiket di stasiun kereta api berbasis komputer ini memiliki
beberapa spesifikasi antara lain:
1. Menggunakan
satu buah barcode reader digunakan untuk meng-scan tiket.
2. Menggunakan
satu buah magnetic card reader sebagai alat untuk membaca magnetic card.
3. Menggunakan
jaringan LAN (Local Area Network) yang menghubungkan server dengan komputer
lain yang digunakan.
4. Menggunakan
satu buah printer yang digunakan untuk mencetak tiket kereta api.
5. Menggunakan
tiga buah unit komputer dimana satu unit komputer digunakan untuk PC client 1
(pertama) yang diletakkan dibagian reservasi, satu unit komputer digunakan
untuk PC client 2 (kedua) yang diletakkan di bagian terminal, satu unit
komputer digunakan untuk PC server di bagian administrasi.
6. Menggunakan
sebuah hub plug and play ethernet dengan kecepatan 10 Mbps yang memiliki
delapan port.
7. Menggunakan
satu buah solenoid yang digunakan untuk menggerakkan pintu.
8. Sistem
pembelian tiket kereta api yang dirancang tidak termasuk untuk pemesanan
pembelian tiket kereta api.
Kesimpulan
Berdasarkan
realisasi dan hasil pengujian yang dilakukan terhadap rancangan ini, maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengujian modul
yang dilakukan pada masing-masing modul dapat berjalan dengan baik.
2. Pengujian
sistem keseluruhan yang meliputi pengisian voucher, pembelian tiket, dan
membaca barcode tiket untuk masuk ke stasiun sesuai dengan apa yang diinginkan.
C.
Analisis
Teknologi
modern yang saat ini sedang berkembang memungkinkan kita untuk dapat mencoba
inovasi atau langkah baru untuk membuat terobosan atau ide yang dapat
mempermudah pekerjaan kita dan dapat mengefisienkan waktu. Dalam jurnal kali
ini memperkenalkan inovasi pembelian Tiket kereta api dengan menggunakan Magnetic card dengan sistem barcode. Dalam hal ini, pembelian tiket
kereta api harus menggunakan Magnetic
card yang digesekkan oleh pengguna jasa transportasi kereta api pada card reader. Hal ini dapat mempermudah
kita karena Magnetic Card ini
menggunakan sistem saldo yang bisa kita isi sekaligus untuk disimpan kembali
sisa saldonya dilain waktu. Tentu dengan hal ini, waktu yang kita pakai untuk
kembali membeli tiket berkali-kali dapat kita gunakan untuk hal lain, dan ini
sangat menguntungkan pengguna jasa maupun petugas yang mengatur pembelian
tiket, karena tidak membutuhkan tenaga yang lebih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar