- Home>
- PENGGUNAAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN DALAM GAME ONLINE DOTA2
Posted by : Panji Afrialdo
Minggu, 25 November 2018
PENGGUNAAN
TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN DALAM GAME ONLINE DOTA2
Disusun
Oleh:
Panji
Titan Afrialdo (15116727)
Kelas:
3KA05
Dosen:
Eel
Susilowati
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
2018/2019
ABSTRAK
Artificial Intelligence
(AI) atau biasa disebut Kecerdasan Buatan adalah kecerdasan yang dibuat pada
program agar program tersebut bisa berpikir sebagaimana mestinya. AI sudah
diterapkan di beberapa jenis teknologi, seperti kendaraan, games, dan lainnya.
Pada penulisan ini, akan membahas tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada game Dota2. Para pemain pro pada
game Dota2 ditantang untuk melawan Bot yang memiliki Kecerdasan Buatan
tersebut, yang dari segi permainan telah dirancang dengan kecerdasan yang tinggi
sehingga akan sulit untuk dikalahkan oleh manusia.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kecerdasan Buatan
(Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang
ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap
komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer)
agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa
macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games),
logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika. Banyak hal yang kelihatannya
sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak
bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan
integral, membuat permainan catur atau menyelesaikan permainan puzzle geser
angka. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit
kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika.
Walaupun Artificial Intelligence memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.
Walaupun Artificial Intelligence memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.
Untuk memenuhi
tugas Softskill, dalam penulisan ini akan membahas tentang penggunaan AI pada
game Dota2 yaitu pemain dari tim manusia melawan tim dari Bot AI yang
menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan.
1.2
Ruang Lingkup
Makalah
ini membahas tentang penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan pada game Dota2.
1.3
Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan ini adalah memberikan informasi kepada pembaca tentang penggunaan
Kecerdasan Buatan pada game Dota2.
1.4
Metode Penelitian
Dalam penyusunan makalah ini penulis
menggunakan studi pustaka dengan cara mencari data melalui internet.
1.5
Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang akan disusun
oleh penulis terdiri dari:
BAB
I: PENDAHULUAN
Pada bab ini akan dibahas latar belakang yang mendasari penulisan ini,
ruang lingkup, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB
II: PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dibahas tentang Kecerdasan
Buatan pada game, penjelasan game Dota2, dan penggunaan teknologi Kecerdasan
Buatan pada game Dota2.
BAB
III: KESIMPULAN
Pada bab ini berisi kesimpulan dari
makalah ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
Artificial Intelligence
dalam Game
Salah
satu unsur yang berperan penting dalam sebuah game adalah kecerdasan buatan.
Dengan kecerdasan buatan, elemen-elemen dalam game dapat berperilaku sealami
mungkin layaknya manusia.
Game
AI adalah aplikasi untuk memodelkan karakter yang terlibat dalam permainan baik
sebagai lawan, ataupun karakter pendukung yang merupakan bagian dari permainan
tetapi tidak ikut bermain (NPC = Non Playable Character). Peranan kecerdasan
buatan dalam hal interaksi pemain dengan permainan adalah pada penggunaan
interaksi yang bersifat alami yaitu yang biasa digunakan menusia untuk
berinteraksi dengan sesama manusia. Contoh media interaksi ialah:
Penglihatan
(vision)
Suara
(voice), ucapan (speech)
Gerakan
anggota badan ( gesture)
Untuk
pembentukan Artificial Intelligence pada game ternyata digunakan pula
algoritma, yaitu jenis pohon n-ary untuk suatu struktur. Implementasi pohon
(tree) ini biasa disebut game tree. Berdasarkan game tree inilah sebuah game
disusun algoritma kecerdasan buatannya. Artificial intellegence yang disematkan
dalam sebuah game yang membentuk analisis game tree biasanya merepresentasikan
kondisi atau posisi permainan dari game sebagai suatu node, dan
merepresentasikan langkah yang mungkin dilakukan sebagai sisi berarah yang
menghubungkan node kondisi tersebut ke anak (child) sebagaimana representasi
suatu pohon (tree).
Namun,
biasanya representasi langsung tersebut mempunyai kelemahan, yaitu representasi
data pohon akan menjadi sangat lebar dan banyak. Mungkin bagi sebuah mesin
komputer mampu melakukan kalkulasi sebanyak apapun masalah, namun game tree
yang lebar dan besar memberikan beberapa masalah, antara lain konsumsi proses
memori, kapasitas penyimpanan yang cukup besar dan kinerja yang kurang pada
konsol game berspesifikasi rendah. Karena itu dibentuklah beberapa algoritma
dan penyederhanaan bagi sebuah game tree.
Pada
salah satu contoh game klasik, yaitu tic tac toe, penyederhanaan dapat
dilakukan dengan berbagai metode. Salah satu diantaranya adalah minimax. Metode
ini berhasil diterapkan dan memberikan nilai reduksi yang cukup signifikan. Dan
tidak hanya bisa digunakan secara monoton, minimax juga bisa digunakan untuk
game-game yang lebih rumit seperti catur, tentunya dengan algoritma dan
representasi berbeda.
Minimax
yang merupakan salah satu metode penerapan (implementasi) pohon n-ary pada suatu
game, menandakan bahwa implementasi struktur (pohon khusunya) sangatlah
diperlukan pada pembuatan dan penerapan Artificial Intelligence, dan tidak
menutup kemungkinan ilmu dan metode baru yang lebih canggih akan ditemukan di
masa depan.
Dalam
game berbasis kecerdasan buatan, ada banyak teknik yang diadaptasi dari bidang
kecerdasan buatan untuk diterapkan pada game. beberapa diantaranya, yaitu:
1.
Mengejar dan Menghindar
Mengejar
dan menghindar merupakan teknik dasar yang diterapkan pada banyak game berbasis
kecerdasan buatan dari yang sederhana sampai yang kompleks. apakah itu space
shooters, RPG, atau game strategi. metode paling umum pada teknik mengejar dan
menghindar ini adalah melakukan pemutakhiran (update) koordinat terhadap objek
yang menjadi sasaran. Posisi relatif dan kecepatan dapat dijadikan sebagai
parameter pada algoritma mengejar dan menghindar. Metode Line-of-sight yang
membutuhkan dasar rumus persamaan garis juga serngkali dijadikan basis metode
mengejear dan menghindar.
2.
Pola Pergerakan
Pola
pergerakan merupakan cara yang sederhana untuk memberikan ilusi kecerdasan pada
sebuah game. Game Galaga adalah contoh klasik penerapan pola pergerakan ini,
dimana pesawat musuh dapat bergerak secara melingkat atau mengikuti pola garis
lurus yang ditentukan. Contoh lain penerapan pola pergerakan adalah pada game
first-person shooter yang menampilkan monster yang sedang berpatroli pada jalur
tertentu, pada game simulasi pertempuran pesawat dimana pesawat musuh dapat
melakukan manuver-manuver di udara yang menyulitkan kita mengejar, atau
karakter-karakter non-player (figuran) seperti kambing yang sedang berjalan
membutuhkan teknik pola pergerakan ini. Metode standar untuk menerapkan pola
pergerakan adalah dengan cara menyimpan pola tersebut dalam suatu array. Array
tersebut terdiri dari serangkaian koordinat atau perintah pergerakan dengan
pola tertentu untuk mengontrol koordinat dari objek. Dengan metode ini, bisa
didapatkan pola-pola pergerakan seperti melingkar, garis lurus, zig-zag atau
bahkan kurva tak beraturan.
3.
Pathfinding
Metode
pathfinding paling mudahditemui pada game-game bertipe strategi dimana kita
menunjuk satu tokoh untuk digerakkan ke lokasi tertentu dengan mengklik lokasi
yang hendak dituju. Si tokoh akan segera bergerak ke arah yang ditentukan, dan
secara “cerdas” dapat menemukan jalur terpendek ataupun menghindari dari
rintangan-rintangan yang ada. Salah satu algoritma pathfindin yang cukup umum
dan yang paling banyak digunakan utnuk mencari jarak terpendek secara efisien
adalah algoritma A* (baca: A star). Secara umum, algoritma A* adalah
mendefinisikan area pencarian menjadi sekumpulan node-node (tiles). Titik awal
dan titik akhir ditentukan terlebih dulu untuk mulai penelusuran pada tiap-tiap
node yang memungkinkan untuk ditelusuri. Dari sini, akan diperoleh skor yang
menunjukkan besarnya biaya untuk menempuh jalur yang ditemukan, ditambah dengan
nilai heuristik yang merupakan nilai biaya estimasi dari node yang ada menuju
tujuan akhir. Iterasi akan dilakukan hingga akhirnya mencapai target yang
dituju.
4.
Jaringan saraf tiruan (neural network)
Neural
network cukup baik ketika diterapkan pada kasus-kasus yang sifatnya non-linier
atau mengambil keputusan yang tidak dapat dilakukan dengan metode tradisional.
Penerapannya seringkali pada game-game yang memerlukan kemampuan adaptif atau
belajar dari pengalaman. Sebagai contoh, jika suatau ketika terjadi pertempuran
antar player dengan unit komputer, dan unit komputer mengalami kekalahan, maka
pada kesempatan lain yang serupa, komputer akan memilih untuk tidak bertempur.
Semakin banyak pengalaman yang dialami komputer, maka komputer menjadi semakin
cerdas. Prinsip dasar dari jaringan saraf tiruan ini adalah perbaikan bobot
secara terus menerus agar output yang dihasilkan menjadi semakin akurat
(semakin cerdas). 5. Algoritma Genetis (genetic algorithm) Algoritma genetis
sedikit banyak dipengaruhi oleh teori evolusi yang dicetuskan Darwin, yaitu
bahwa spesies akan terus menerus beradaptasi dengan lingkungannya dan ciri
khasnya yang terletak pada kromosom, akan diturunkan pada generasi berikutnya.
Generasi turunan ini menerima gabungan kromosom dari kedua induknya, yang
disebut dengan crossover. Pada algoritma genetis, akan diterapkan langkah
ranking fitness untuk melakukan seleksi terhadap langkah ranking fitness untuk
melakukan seleksi terhadap generasi turunan yang terbaik. Pada game berbasis
algorima genetis, turunan terbaik inilah yang dilibatkan ke dalam game, dimana
akan digunakan oleh komputer untuk merespons perubahan-perubahan tingkah laku
user. sebenarnya bukan hanya 5 teknik
kecerdasan buatan di atas yang dapat digunakan dalam sebuah game berbasis
kecerdasan buatan. Beberapa teknik lain yang umum digunakan antara lain: finite
state machine, fuzzy logic, ruled-based AI, basic probability, dan keputusan tak pasti (dengan menggunakan
teknik Bayesian) Di masa-masa mendatang, dengan dukungan teknologi hardware
yang semakin baik, teknik kecerdasan buatan pada game berbasis kecerdasan
buatan akan semakin matang dengan ilusi kecerdasan yang semakin menyerupai
manusia.
Contoh Game yang
menerapkan AI
DOTA
2
Dota
2 adalah sebuah permainan multiplayer online battle arena, merupakan sekuel
dari Defense of the Ancients mod pada Warcraft 3 : Reign of Chaos dan Warcraft
3 : The Frozen Throne. DotA 2 dikembangkan oleh Valve Corporation, terbit Juli
2013 dota 2 dapat dimainkan secara gratis pada operation system Microsoft
Windows, OS X and Linux. Dota 2 dapat dimainkan secara eksklusif melalui distributor
resmi valve, Steam.
Dota
2 dimainkan oleh 2 team yang beranggota 5 orang pemain, setiap tim memiliki
markas yang berada dipojok peta, setiap markas memiliki satu bangunan bernama
"Ancient", Di mana tim harus berusaha menghancurkan
"Ancient" tim lainnya agar dapat memenangkan pertandingan. Setiap
pemain mengontrol satu karakter "Hero" yang berfokus pada menaikan
level, mengumpulkan gold, membeli item dan melawan tim lawan untuk menang.
Pengembangan
Dota 2 dimulai sejak tahun 2009. Ketika pengembang mod DotA, Icefrog,
dipekerjakan oleh Valve sebagai lead designer. Dota 2 dipuji oleh kritikus
karena gameplay-nya, kualitas pembuatan dan kesetiaan pada gameplay pendahulu
(DotA mod Warcraft 3). tetapi Dota 2 juga menuai kritik sebagai game yang susah
dipelajari dan para pemain yang tidak ramah. Dota 2 menjadi game yang memiliki
aktivitas pemain paling banyak di Steam, dengan pucak 800,000 pemain online
bersamaan setiap hari.
Pengenalan
Gameplay
Dota
2 mengadu 2 tim berisikan masing-masing 5 pemain, tim sebelah kiri disebut
"Radiant" dan tim sebelah kanan disebut "Dire, dimana keduanya
memiliki markas utama yang disebut Ancient dan tim pertama yang berhasil
menghancurkan Ancient lawan adalah pemenangnya. Terdapat 3 jalan atau jalur
(disebut ‘lanes’) yang menghubungkan kedua Ancient tersebut dan pasukan
(‘creeps’) yang spawn atau muncul secara berkala setiap 30 detik di jalur-jalur
tersebut, Setiap 'lanes' memiliki 3 menara yang akan menyerang hero atau creeps
didekatnya (disebut 'tower'). Pada tower terakhir terdapat 2 barracks yaitu
melee barracks dan ranged barracks. Apabila melee barracks atau ranged barracks
hancur, Maka creeps musuh akan bertambah kuat (disebut 'super melee creeps atau
super ranged creeps), bertarung dengan ‘creeps’ lawan di sepanjang pertempuran
menuju Ancient lawan.
Selain
creeps yang ada di lane, untuk menambah pengalaman guna meningkatkan level
serta mengumpulkan gold, sebagian pemain juga dapat 'farming' ataupun
'creeping' dihutan dengan membunuh natural creeps ataupun ancient creeps.
Untuk
memperoleh keabadian (kesempatan hidup satu kali lagi saat terbunuh) dengan
mengunakan aegis immortal, pemain harus bisa mengalahkan roshan, monster hutan
yang berada di jalur parit yang memiliki armor yang sangat kuat.
Dijalur
parit juga terdapat rune (seperti double damage, haste, bounty, invisible dan
arcane), yang muncul secara berkala setiap 2 menit.
Masing-masing
pemain dapat mengendalikan sebuah unit/ karakter yang disebut ‘Hero’ yang
dipilih pada awal permainan. Terdapat lebih dari 100 Hero dengan type yang
berbeda : Strength, Agility dan Intelligence. Setiap Hero memiliki 4 skill
(beberapa memiliki lebih) aktif maupun pasif. Dengan membunuh creeps, menaikkan
level, membeli item dan membuat keputusan strategi, pemain akan berusaha
menjelajah map untuk menghancurkan Ancient lawannya.
Kecerdasan
Buatan (AI) Di Game Dota 2
Di
Game Dota 2 ini juga terdapat AI, dan juga ada level khusus untuk AI :
Passive
AI, Easy AI, Medium AI, Hard AI , dan Unfair AI
Tingkat
kesulitan AI tersebut bisa di tentukan dari level-level nya, semakin tinggi
level AI, semakin sulit pula permainannya. Bahkan AI mampu mengalahkan pemain
professional di game Dota 2 ini.
Sebuah
perusahaan startup bernama OpenAI membuat program AI yang bisa mempelajari dan
meniru cara bermain Dota 2. Program tersebut lantas diperkenalkan di sela
turnamen Dota 2 tahunan yang digelar oleh Valve, pekan ini.
Elon
Musk, tokoh pendiri Tesla dan SpaceX yang juga mendanai OpenAI, sesumbar
mengenai AI ciptaan perusahaan tersebut. Dia sedikit menyindir Google,
membandingkan pencapaian itu dengan prestasi AI AlphaGo ciptaan Google Deepmind
yang “hanya” mampu mengalahkan pemain boardgame tradisional Go.
“Open
AI adalah yang pertama menaklukan pemain terbaik dunia dalam game e-sport
kompetitif. (Dota 2) Jauh lebih kompleks daripada board game tradisional
seperti catur dan Go,” kicaunya lewat Twitter.
Memang
pria yang sering disebut sebagai Iron Man di dunia nyata ini tidak secara
spesifik menyebut kata Google dalam kicauannya. Akan tetapi, perusahaan pembuat
AI untuk permainan Go yang populer hingga saat ini tidak lain tidak bukan,
Google Deepmind.
Seperti
lawan manusia
AI
bikinan OpenAI dihadapkan dengan Danylo “Dendi” Ishutin, seorang pemain
profesional Dota 2 asal Ukraina yang beken bersama tim Na’Vi. Ishutin bertekuk
lutut dalam pertandingan satu lawan satu melawan AI tersebut. Dua kali kalah,
Dendi lempar handuk. Dia mengakui kehebatan AI terebut. “Rasanya seperti
melawan manusia, tapi ada sesuatu yang beda,” komentar Ishutin tentang kecerdasan
buatan yang menjadi lawannya.
Dendi
sendiri sebenarnya jagoan hebat untuk permainan Dota 2. Ia bersama timnya
seringkali menjadi juara kelas dunia untuk permainan tersebut. Dota 2 adalah
game kompleks di mana dua tim beranggotakan 5 pemain saling bekerja sama untuk
menghancurkan markas tim lawan. Masing-masing pemain bisa memilih satu dari 113
tokoh (hero) yang disediakan. Tiap hero ini punya kemampuan khusus sendiri,
belum lagi aneka macam barang (item) seperti senjata dan lain-lain yang bisa
meningkatkan kemampuan hero. Singkat kata, Dota 2 memiliki gameplay rumit yang
sulit dimengerti oleh kecerdasan buatan
Meski
demikian, AI besutan OpenAI mampu mempelajari dan menyempurnakan teknik bermain
Dota 2 dalam masa latihan selama dua minggu. Dalam kurun waktu yang terbilang
singkat itu pula kemampuannya berkembang sehingga mampu menandingi manusia
pemain profesional dengan pengalaman yang jauh lebih banyak. Ke depan, OpenAI
berencana membuat tim Dota 2 sebanyak 5 pemain yang semuanya terdiri dari AI.
Ada juga keinginan untuk membuat tim campuran AI dan manusia.
BAB
III
KESIMPULAN
Teknologi
Artificial Intelligence (AI) atau
Kecerdasan Buatan merupakan teknologi yang diciptakan dan dimasukkan ke dalam
suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat
dilakukan manusia. Pada game Dota2, percobaan melawan AI sudah dilakukan dan
Tim manusia kalah oleh AI tersebut. Ini membuktikan bahwa kecerdasan buatan /
AI sudah sangat berkembang dari waktu ke waktu, khususnya dalam game yaitu
Dota2. Kecerdasan buatan tersebut pun dapat membantu pemain pemula untuk
belajar bermain game Dota2, dan memberikan pengalaman menarik kepada para
pemain pro Dota2.
REFERENSI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar